JAKARTA – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Muhammad Riyan, mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang September 2026. Ia menilai kondisi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan.
Menurut Riyan, mahasiswa dan pemuda memiliki posisi penting dalam merespons berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Sikap kritis terhadap persoalan publik, kata dia, tetap harus disertai tanggung jawab serta disampaikan melalui cara-cara yang tertib dan mengedepankan dialog.
“Pemuda dan mahasiswa harus menjadi bagian dari upaya menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi harus disampaikan secara tertib dan bertanggung jawab,” ujar Muhammad Riyan.
Riyan juga mengingatkan kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Di tengah tingginya penggunaan media sosial, ia menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi agar tidak memicu keresahan maupun kesalahpahaman.
Ia selanjutnya mendorong penguatan komunikasi dan koordinasi antara mahasiswa, masyarakat, organisasi kepemudaan, serta berbagai pihak terkait. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membangun pemahaman bersama dalam menjaga lingkungan tetap aman dan tertib sepanjang September 2026.
“Keamanan dan ketertiban akan terwujud apabila semua pihak ikut berperan. Mahasiswa harus hadir membawa gagasan, menjaga komunikasi, dan ikut menciptakan suasana yang damai di tengah masyarakat,” katanya. (ADR)
